Minggu, 17 Februari 2013

Sejarah Bendera dan fungsinya


Menurut kamus besar bahasa Indonesia Bendera adalah sepotong kain atau kertas segi empat atau segitiga (diikatkan pd ujung tongkat, tiang, dsb) dipergunakan sebagai lambang negara, perkumpulan, badan, dan sebagainya atau sebagai tanda, panji-panji, tunggul di depan gedung tempat diselenggarakannya konferensi.
Berdasarkan catatan sejarah dapat dikemukakan bahwa awal mula orang menggunakan bendera dimulai dengan
memakai lencana atau emblem, kemudian berkembang menjadi tanda untuk kelompok atau satuan dalam bentuk kulit atau kain yang dapat berkibar dan mudah dilihat dari jauh.
Berdasarkan penelitian terhadap fosil-fosil benda kuno ada petunjuk bahwa bangsa Mesir telah menggunakan bendera pada kapal-kapalnya, yaitu sebagai batas dari satu wilayah yang telah dikuasainya dan dicatat sebagai daftar. Demikian juga pada bangsa Cina di zaman kaisar Chou tahun 1122 sebelum Masehi.
Bendera itu terikat pada tongkat dan bagian puncaknya terdapat ukiran atau totem, di bawah totem inilah diikatkan sepotong kain yang merupakan dekorasi. Bentuk semacam itu didapati pada kebudayaan kuno yang terdapat di sekitar Laut Tengah. Hal itu diperkuat juga dengan banyaknya istilah bendera yang terdapat dalam kitab Injil.
Bendera bagi raja tampak sangat jelas, sebab pada puncak tiang terdapat sebuah simbol dari kekuasaan dan penguasaan suatu wilayah takluknya. Ukiran totem yang terdapat pada puncak tongkat atau tiang mempunyai arti magis yang ada hubungannya dengan dewa-dewa. Sifat pokok bendera terbawa sampai sekarang ini.
Napoleon I
Pada abad XIX tentara Napoleon I dan II juga menggunakan bendera dengan memakai lambang garuda di puncak tiang. Perlu diingat bahwa tidak semua bendera mempunyai arti dan ada hubungannya dengan religi. Bangsa Punisia dan Yunani menggunakan bendera sangat sederhana yaitu untuk kepentingan perang atau menunjukkan kehadiran raja, opsir atau pejabat tinggi negara. Bendera Yunani umumnya terdiri dari sebuah tiang dengan kayu salib atau lintang yang di puncaknya terdapat bulatan. Dikenal juga dengan perkataan vaxillum (kain segi empat yang pinggirnya berwarna ungu, merah atau biru) digantung pada kayu silang di atas tombak atau lembing.
Labarum
Ada lagi yang dinamakan labarum, ialah kain sutera bersulam benang emas dan biasanya khusus dipakai raja Bangsa Inggris menggunakan bendera sejak abad VIII. Sampai abad pertengahan terdapat bendera yang menarik perhatian yaitu bendera gunfano yang dipakai bangsa Germania, terdiri dari kain bergambar lencana pada ujung tombak dan dari sinilah lahir bendera Perancis yang bernama “Fonfano”.
Bangsa Viking hampir sama dengan itu, tetapi bergambar naga dan burung, dikibarkan sebagai tanda menang atau kalahdalam suatu pertempuran yang sedang berlangsung. Mengenai lambang-lambang yang menyertai bendera banyak juga corak ragamnya, seperti bangsa Rumania pernah memakai lambang burung dari logam, dan Jerman kemudian memakai lambang burung Garuda, bangsa Cina menggunakan bendera yang bersulam gambar ular naga.
Bangsa Viking
Tata cara pengibaran dan pemasangan bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung, kibaran bendera putih sebagai tanda menyerah (dalam peperangan) dan sebagai tanda damai, rupanya pada saat itu sudah dikenal. Dan etika ini sampai sekarang masih digunakan oleh beberapa negara di dunia ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar